Selasa, 31 Agustus 2010

Danau Tolire


Jika suatu saat anda berkunjung di kota Ternate "Maluku Utara" sempatkan waktu ke objek wisata Danau Tolire danau ini terletak di desa takome sekitar 12 km dari pusat kota ternate mebutuhkan waktu sekitar setengah jam dengan kendaraan bermotor.

Selain bentuknya yang unik seperti manguk raksasa, danau ini terletak dibawa kaki Gunung Gamalama, gunung berapi yang sangat familiar di indonesia, terdapat dua danau tolire yakni tolire besar dan tolire kecil jarak antara keduanya sekitar 200 m , luas danau tolire sekitar lima hektare dan samapai sekarang ini belum ada yang mengukur kedalaman danau ini, namun menurut warga kedalamannya sampai berkilo-kilo meter sampai berhubungan langsung dengan laut.


Danau Tolire Besar mengandung air tawar dan banyak terdapat ikan. Namun masyarakat setempat tidak ada yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu. Mereka yakin, danau yang airnya berwarna coklat kekuning-kuningan itu dihuni oleh banyak buaya putih siluman yang panjangnya mencapai 10 meter. Buaya-buaya siluman ini konon sering terlihat berenang di tengah danau.

Tidak semua orang bisa melihat buaya siluman itu, hanya mereka yang beruntung saja yang bisa. Menurut masyarakat setempat, kalau berhati bersih baru berpeluang melihat buaya siluman di danau itu. Ada cerita juga, dulu ada seorang turis asing yang tidak percaya bahwa di danau itu ada buaya siluman. Wisatawan itu lalu turun dan mandi ke danau tersebut. Setelah berenang beberapa menit, ia menghilang. Warga meyakini turis itu dimangsa oleh buaya-buaya siluman tersebut.

Ada atraksi unik di danau ini. Jika kita melempar sesuatu ke danau, seberapa pun kuatnya, tidak akan pernah menyentuh air danau. Padahal saat melempar dari pinggir atas danau, air danau terlihat berada di bawah kaki si pelempar. Bahkan tidak akan terlihat walaupun hanya percikan airnya. Batu-batu yang dilempar seperti menghilang tidak berbekas.

Oleh masyarakat sekitar danau, kegiatan inipun akhirnya dijadikan sebagai lahan bisnis. Mereka dengan serta merta akan menyediakan batu-batuan setiap kali ada pengunjung yang datang. Untuk lima buah batu harganya Rp 1.000.

Cerita lain yang beredar di masyarakat Ternate adalah di dasar Danau Tolire Besar banyak terdapat harta karun milik masyarakat Kesultanan Ternate saat Portugis menjajah Ternate pada abad ke-15. Masyarakat Ternate saat itu banyak membuang harta berharganya ke dalam danau, agar tak dirampas Portugis.
Ada sebuah cerita rakyat yang menghiasi keberadaan Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil itu. Menurut masyarakat setempat, kedua danau tersebut dulunya merupakan sebuah kampung yang masyarakatnya hidup sejahtera. Kampung ini kemudian dikutuk menjadi danau oleh penguasa alam semesta, karena salah seorang ayah di kampung itu menghamili anak gadisnya sendiri.

Saat ayah dan anak gadisnya yang dihamilinya itu akan melarikan diri ke luar kampung, tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri anjlok dan berubah menjadi danau

Senin, 30 Agustus 2010

JADILAH SOSOK YANG KEBAL PELURU

kemarin saya termasuk salah satu orang yang selalu CEMAS dengan pendapat orang lain terhadap diri saya (itho ganteng hehe) ,apalagi di tahap sepeti saya yang berumur 20 thn & bisa dikatakan masih kaku atau masi belum bisa mengontrol tingkat emosional . .

Sebelumnya coba baca dan Pikirkan selogan ini "KITA MENDENGAR APA YANG ORANG LAIN KATAKAN TENTANG KITA,, tapi Lucunya kita sepertinya tidak pernah mendengarkan hal-hal yang MENYENANGKAN dari apa yang orang-orang itu katakan,, SEMUANYA NEGATIF

Kita semua harus menutup telinga kita dari Orang NEGATIF,,,
kemungkinan besar ada beberapa orang yang tidak menyukai kita dengan keadaan sekarang ini,, jika kita membuka diri terhadap komentar mereka,, itu sama saja membiarkan arah, pikiran dan tindakan kita di dikte oleh orang yang sama sekali tidak mengerti tempat yang kita tuju dalam hidup ini , ,

jika orang disekitar anda sepertinya hanya menawarkan hal-hal negatif, lepaskan diri anda dari reka dan dari segala komentar mereka "PEDULI AMAT PENDAPATMU TENTANG SAYA"
atau bahasa ternate " PARSETANG DENG NGONI PE KOMENTAR " wkwkwkwkwkwkwk